Pasokan Ikan dari Maluku ke Jawa Terhambat Transportasi

Berita2.com

berita2.com (Ambon, Maluku): Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Victor Nikijuluw, Kamis 28 April 2011, mengatakan, larangan impor ikan seperti cakalang, momar dan tongkol itu strategis bagi Maluku maupun daerah lainnya di Indonesia Timur untuk memproduksi jenis biota laut tersebut guna memenuhi pangsa pasar di Pulau Jawa.

“Larangan tersebut strategis karena para nelayan saat ini mencari jenis ikan tersebut di Indonesia Timur, termasuk Maluku yang kaya biota laut tersebut dengan potensi 1,64 juta ton per tahun dan baru dimanfaatkan seitar 300 – 500-an ton per tahun,” ujarnya.

Victor mengemukakan, persoalan pemasokan ikan dari Indonesia timur ke Pulau Jawa yang merupakan hambatan karena dihadapkan dengan transportasi belum lancar dan mahalnya tarif cargo.

Cargo dari Ambon ke Surabaya seharga 1.300 dolar AS. Padahal, dari Shanghai ke Surabaya untuk impor ikan jenis cakalang hanya US$800.

“Jadi ini perlu ada terobosan dari pemerintah di Indonesia Timur untuk membangun fasilitas perhubungan sehingga terjalin koneksitas ketersediaan ikan guna memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa,” kata Victor.

Kendala tersebut, menurut dia, mengakibatkan harga ikan yang dipasok dari Indonesia timur untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa relatif lebih mahal dibandingkan impor seperti dari Sanghai.

Apalagi, cargo juga terbatas seperti dari Ambon ke Surabaya yang hanya dua kali sepekan.

“Berbagai langkah terobosan harus dilakukan pemerintah di Indonesia Timur untuk menggugah pemerintah pusat melihat permasalahan tersebut sehingga kegiatan impor di era perdagangan bebas ini tidak mengancam produksi dalam negeri,” tegas Victor.

Dia pun menjelaskan impor ikan yang saat ini menjadi pembicaraan hangat berbagai komponen bangsa sebenarnya hanya untuk jenis tertentu karena tidak diproduksi di Indonesia.

“Jenis ikan dari daerah sub tropis maupun dingin seperti Amerika Utara, Norwegia, Denmark diimpor untuk memenuhi kebutuhan warga asing di Indonesia maupun menu makanan sejumlah restoran dan hotel berbintang sehingga tia perlu dipermasalahkan,” kata Victor Nikijuluw.

http://www.berita2.com

Berita Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: