Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 161

Sementara di padepokan Songgoh Buwono masih bnyk orang pada mengelilingi Sebilah keris yg aneh menancap d pendopo padepokan Songgoh Buwono dengan dikelilingi sinar biru dan tempat itu semakin banyak orang dari kalangan para pendekar diseluruh pelosok namun sampai saat ini belum ada yg bisa  mencabut keris itu banyak para pendekar sakti yg sedang berusaha untuk mengambil keris pusaka itu sementara  Ni dayuh Surengkrana bersama para muridnya pada berkumpul di samping benteng padepokan bersama sesepuh padepokan songgoh buwono dan sedang membicarakan mengenai asal usul keris pusaka itu, namun tiba2 terdengar suara gemuruh dari arah keris pusaka itu seperti gempa yg dahsyat semua yg ada di situ pada lari menjauh dari tempat itu sementara dari kejauhan terlihat ada 2 manusia yg sedang mendekati tempat dimana keris pusaka itu tertancap kedua orang itu memakai sorban seperti seorang brahmana kmudian keduanya mendekati keris pusaka itu dan pandangan mata tertuju pada kedua brahmana itu kemudian barhamana itu bersedakep dan menyembah serta menundukkan ke pala nya persis didepan keris itu  namun aneh kedua brahmana itu tidak terkena sambaran sinr biru itu melainkan sinar biru itu redup dan hilang sehingga bentuk dan warna keris itu bisa terlihat jelas semuanya memndang kpd keris itu dan kedua brahmana itu namun tiba2 ada serangan mendadak terhadap kedua brahmana lalu brahmana itu dgn tenangnya menangkap serangan dari beberapa para pendekar di situ beberapa pukulan maut meluncur ke arah kedua brahmana itu dan brahmana itu bisa mengatasinya kemudian setelah suasan tenang kedua brahmana mencoba tuk mencabut keris pusaka itu namun tidak berhasil keris bahkan tadi tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya sesaat kemudian kedua brahmana itu mencabut sorban dari pundaknya dan langsung memutar2 sorban tersebut tapi masih tidak bisa mencabutnya sementara ni dayuh Surengkrana yg mengetahui hal itu terus mendekati kedua brahmana itu walo masih ada rasa khawatir terhadap mbakyunya yaitu Nyi ageng Songgoh buwono yg mana masih ada didalm keris itu kemudian brahmana itu :”jadi engkau yg namanya Ni dayuh surengkrana ..?” sahut ni dayuh S :”betul brahmana aku surengkrana, brahmana ni siapa kok sampai bisa berada disini..?”,  lalu barahmana itu…….[bersambung]

CERITAKU “Masih Ada Hubungan” [ MAH ] Bag. 8

“aduh pak jamal jgn marah pak cuma main aja kok pak lagian aku d rumah mo ngapain..?”lanjut Reza SP, KMUDIAN dgn serius pak jamal b’tanya agak suara keras kpd Reza :”sbnernya km ada apa sih Reza…?”, sesaat Reza terdiem dan ia menundukkan kepalany tnp ada sepatah katapun dr mulutnya kemudian Reza terperanjat mndengar suara pintu terbuka dan ternayata bu Elsi K. yg sedang keluar dari ruangannya namun sekilas Elsi K. melihat Reza dan kmudian menghampiri Reza SP. Ktanya :”lho km blm pulang Reza…rumah km dimana..?”begitu tanya Elsi K. pd Reza sesaaat REza tdk sempet jawab dan tiba2 pak jamal menambahkannya :”g tau tu bu Elsi g biasanya…Reza tu ditanyain sama bu Elsi..”, lalu Reza mnjawab dgn terbata2 :”e e e ya bu sa saya mang blm pulang cu cu cuma ingin nglihat ibu aja…”, kmudian Elsi K. mantap wajah Reza SP dgn seksama :”maksud km apa Reza, mlihat wajah ibu mang knapa dgn wajah ibu..?”tanya Elsi pd Reza agak terheran2 sementara pak jamal jg melihat Reza agak aneh dan :”hya Reza ada apa km nih..?”tanya pak jamal lalu Reza dan elsi serta pak jamal terdiem sambil menatap wajah Reza SP. sesaaat kmudian Reza sp :”Sa saya ka ka kangen sama seseorang te te te tapi wajhnya mirip dgn ibu….”, kemudian tanpa kata Reza lari mnjauh dari paK JAMAL dan Elsi…mendengar kata2 itu saling berpandangan g mengerti apa maksudnya Reza berkata begitu selanjutnya………..[bersambung]

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: