Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 162

lau brahmana itu bilang :”nanti km jg tau surengrana..” Ni dayuh surengrana terdiem sambil memandangi kedua brahmana itu dan sepertinya ia pernah melihat sekilas brahmana itu namun dimana ia lupa suasana mnjadi hening dan kedua brahamana itu mulai mencari cara bagaimana agar bisa mencabut keris pusaka itu sementara keris pusaka itu sinar birunya sudah lenyap namun samapi saat ini belum ada yg bisa mencabutnya termasuk para brahmana itu, kemudian kedua brahmana itu seperti membaca mantra2 dan dari tubuh keduanya keluar asap tebal berwarna putih asap tadi menyelimuti keris pusaka yg menancap dan sesaat kemudian kedua brahmana itu seperti merasa tenaga dalamnya tersedot oleh keris pusaka yang akhirnya kedua tubuh brahmana itu menempel sangat kuat di keris pusaka sehingga tubuh kedua brahmana lemas dan tak sadarkan diri melihat hal itu ni dayuh dengan cepat menyambar kedua tubuh brahmana itu dengan selendang saktinya sehingga tubuh kedua brahmana tadi terlempar beberapa langkah dari keris pusaka lalu ni dayuh mendekati kedua tubuh brahmana dan mengamati semakin lama ni dayuh semakin mengetahui bahwa brahmana itu adalah seseorang yg pernah ia kenal sebelumnya lalu ia meng-ingat2 wajah brahmana dan selanjutnya ni dayuh mengambil nafas lega ternyata diantara salah satu brahmana itu adalah suaminya sendiri yg sudah lama ia cari tanpa nunggu waktu lama ni dayuh mengerahkan tenaga saktinya untuk memulihkan kedua brahmana itu namun sia2 karena kedua tubuh brahmana itu sudah tak bertenaga lagi sehingga ni dayuh agak merasa heran dan pikir ni dayuh S. betapa hebatnya keris pusaka itu bisa menyedot seluruh tenaga kedua brahmana dan ni dayuh berkali2 berusaha tuk memulihkan tenaga dalam kedua brahmana itu berbagai macam cara namun tidak ada hasilnya. Sementara di tempat lain arya dipa yg sedang menuju ke suatu tempat ia dihadang oleh seorang manusia yg menyerupai monyet atau kera namun memiliki ilmu kesaktian yg sangat luar biasa sehingga arya d. terheran2 dengan makhluk itu tp tiba2 manusia monyet itu menyerang arya dipa dengan membabi buta sehingga arya dipa dibuatnya kelimpungan namun arya dipa bukan pemuda sembarangn dengan kesaktian arya dipa, arya d. melawan manusia kera itu setiap terkena pukulan arya dipa manusia kera itu seperti tidak terluka atau kebal senjata dengan raungan yg mengerikan manusia kera itu menyerang habis2an ke arah arya dipa, akhirnya arya dipa mundur beberapa langkah dan memperpersiapkan ajian soypi angin sehingga tubuhnya menjadi ringan seperti kapas tertiup angin :”waduh hebat manusia kera ini ia tidak terpengaruh dengan pukulan yang aku arahkan padanya, siapa manusia kera ini..?” gumam arya dipa dlm hati sementara manusia kera itu mulutnya mengeluarkan api yang sangat panas sekali dan arya dipa berusaha menghindari serangan api dari mulut manusia kera itu, merasa kawalahan arya dipa mundur dan mempersiapkan ajian Raga bajranya dari tubuh arya dipa keluar asap putih yg sangat tebal sekali kemudian asap itu ia putar2 dengan kedua tangannya yang sudah terisi ajian Raga bajra dengan cepat mengarahkan ke arah manusia kera itu sehingga benturan dan ledakn terjadi serta percikan api yang sangat panas namun manusia kera itu tidak bergeming sedikitpun dan tidak merasakan sakit bahkan tubuhnya masih segar bugar arya dipa semakin terheran2 melihat hal itu lalu arya dipa dengan terpaksa mengeluarkan senjata saktinya yaitu pedang asma’ul husna dan sejenak arya dipa memejamkan mata sambil mengucapkan kalimat :”malikul quddusssss…..”, lalu dari tubuh arya dipa keluar sinar terang seperti sinar sang surya dan kemudian…………..[bersambung]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: