Renungan Tentang Agama

Mana Agama yang paling benar ?

Apa agama yang paling benar di dunia ini? Apakah agama Kristen, agama Islam, agama Buddha, ataukah agama baru Google? Atau apakah semua agama itu sama-sama benar? Dan sama-sama salah?

Agama Kristen bisa salah total karena “Tuhan punya anak.” Agama Islam juga bisa salah karena “umat dihalalkan untuk membunuh” (nyawa diganti nyawa), boleh beristri lebih dari satu, atau bahkan boleh menikahi anak-anak. Agama Buddha pun bisa dinilai sebagai agama yang paling tidak benar karena “menyembah patung.”

Semasa remaja saya pernah mengikuti kebaktian Minggu dalam gereja Katolik. Saya mencelupkan jemari tangan ke dalam cawan berisi air lalu membuat tanda salib pada dahi, dada, dan kedua bahu. Saya berjongkok di depan patung Bunda Maria. Saya mengikuti ritual agama Katolik yang begitu hening, mendamaikan hati.

Salah satu sahabat terbaik saya di bangku SMP dulu adalah seorang warga keturunan Tionghoa, pemeluk agama Buddha. Namanya Bambang, anak keluarga berada pemilik restoran besar di Balige. Seingat saya, dari sekian banyak teman waktu itu, Bambang adalah satu dari sedikit sahabat yang tidak pernah sekali pun menyakiti teman-teman semasa sekolah.

Dari sekian banyak buku agama yang pernah saya baca, buku-buku tentang Buddha dan Taoisme adalah yang paling saya sukai.

Waktu kanak-kanak setiap tahun saya tidak pernah absen mengikuti liturgi Natal di gereja HKBP, gereja Kristen Protestan yang paling besar di Asia Pasifik.

Setelah dewasa, 12 tahun silam, saya memeluk agama Islam setelah membaca sebuah buku yang bagus berjudul The Choice: Dialog Islam – Kristen karangan Ahmed Deedat — seorang dai terkemuka di dunia, berasal dari keluarga India yang miskin.

Lewat bukunya dia mengajarkan agama Islam dengan penuh kasih. Dia membandingkan ajaran agama Kristen dan agama Islam tanpa sikap ngotot, melainkan lewat penalaran yang logis. Deedat menegaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya nabi yang belum meninggal dan akan datang pada saat Hari Kiamat untuk menaklukkan Dajjal. Dalam tulisannya dia menunjukkan rasa hormat dan sayang pada Yesus, seperti sikapnya pada nabi-nabi lain seperti Muhammad atau Musa. Dia tidak menghina Tuhan Yesus seperti banyak dilakukan oleh orang Islam di berbagai belahan dunia.

Kalau ditanya siapa pemuka agama Islam yang paling saya hormati, maka jawaban saya adalah Ahmed Deedat dan Gus Dur — mantan presiden kita yang juga sering dicaci-maki dan dihalalkan darahnya untuk dibunuh.

Apa agama yang paling benar? Agama Islam atau agama Kristen?

Hampir semua umat beragama akan membela dan menilai agamanya sebagai yang paling benar. Tidak terlalu banyak orang yang dengan ikhlas dan sadar mengatakan bahwa “semua agama adalah benar.”

Bagi saya, tidak ada satu pun agama yang paling benar di dunia ini. Yang ada hanyalah “agama yang benar dan cocok menurut pemahaman” pemeluknya.

Karena itulah saya tidak pernah terpengaruh untuk mengukur kebaikan seseorang dari apa agama yang dianutnya. Wanita berjilbab itu pasti baik? Saya akan tertawa jika ada yang menjawab bahwa perempuan berjilbab lebih baik daripada muslimah tanpa jilbab. Nasrani yang memakai kalung salib itu pasti baik? Saya pun akan tertawa bila dijawab ya.

Agama paling benar bagi saya adalah: semua agama, agama apa pun itu. Bukan (hanya) agama Kristen, juga bukan agama Islam.

Ketika saya menemukan seseorang yang sangat baik seperti Bunda Teresa, maka saya bisa menerima bahwa agama Katolik sebagai “agama paling benar.” Di saat saya membaca pemikiran yang mulia seperti ditulis Ahmed Deedat atau sikap yang menjunjung hak asasi manusia seperti ditunjukkan Gus Dur selama hidupnya, maka saya bisa menerima bahwa agama Islam adalah “agama yang paling benar.”

Ada satu buku bagus yang saya rekomendasikan untuk anda baca, sebuah buku novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Judulnya Life of Pi karya Yann Martel.

Tahun 1977 sebuah kapal yang mengangkut hewan dari India menuju Kanada tenggelam di Samudera Pasifik. Yang berhasil selamat adalah penumpang yang diturunkan ke dalam sebuah sekoci. Penumpang-penumpang itu adalah: seekor zebra, seekor orang-utan, seekor binatang buas hyena, seekor harimau, dan … seorang anak laki-laki 16 tahun bernama Pi. Selama tujuh bulan perahu itu terombang-ambing di tengah lautan luas. Anak itu, Pi, tidak disantap oleh binatang-binatang buas yang kelaparan tersebut adalah karena Pi percaya pada … Muhammad, Yesus, Bunda Maria, dan Sidhartha Gautama.

Kalau anda membaca buku itu dengan hati yang teduh, dengan pikiran terbuka, saya yakin anda akan menemukan jawaban atas pertanyaan apa agama yang paling benar di dunia ini: bukan agama Islam, juga bukan agama Kristen. © Jarar Siahaan Dotcom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: