Cara Mengatur Keuangan Agar Tidak Hutang Kartu Kredit

Terlilit Hutang kartu kredit

Mengatur Keuangan yang selalu keluar masuk itu sangat penting karena bisa mengurangi resiko hutang terutama pada kartu kredit, jika anda mengalami kerepotan dalam mengatur keuangan dan takut menanggung resiko hutang yang lebih besar maka alangkah baiknya mengatur dengan sebaik-baiknya, berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Buatlah shopping account.
Ini adalah rekening khusus belanja. Jika anda dilarang belanja sama sekali, dikhawatirkan akan membuat dia malah lepas kendali terhadap uangnya. Suatu saat bom waktu ini akan meledak dengan jumlah yang lebih besar. Hobi anda belanja perlu disalurkan, hanya saja sekarang angkanya dibatasi dan disesuaikan dengan kemampuan anda.

Misal, setiap bulan anda harus memasukkan angka Rp1 juta dari gajinya ke dalam shopping account ini. Dia bisa gunakan rekening ini setiap kali dia belanja lifestyle. Jika saldonya habis, anda harus menunggu sampai gajian bulan berikutnya agar saldonya terisi kembali. Terapi seperti ini juga melatih anda untuk dapat membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Hal ini juga mau tak mau akan memaksa anda untuk benar-benar cermat membeli barang karena dananya terbatas.

Jika kita ‘hanya’ mampu hidup dengan biaya Rp3 juta per bulan, janganlah memaksakan diri hidup dengan lifestyle mereka yang berpenghasilan Rp10 juta per bulan. We can not afford that.

2. Lunasi sebagian saldo utangnya.
Lihat, apakah anda memiliki amunisi finansial lain yang dapat digunakan untuk menutupi setidaknya sebagian utangnya? anda tidak memiliki tabungan, tapi anda memiliki bonus tahunan yang cukup besar sekitar Rp20 jutaan. Nah, saya sarankan agar bonus tahunan itu digunakan untuk membayar utang kartu kreditnya. Bahkan saya pun ikut mendaftar aset apa saja yang anda miliki dan bisa dijual untuk membantu memperkecil saldo utangnya. Kamera dan iPad masuk dalam daftar yang bersedia anda jual setelah melewati perdebatan seru.

Tagihan yang tidak dilunasi akan dikenai bunga berbunga sebesar rata-rata 2.95% – 4% per bulan. Bayangkan, tabungan kita saja di bank hanya tumbuh 3% per tahun. Tagihan kartu kredit bunganya bisa mencapai maksimum 48% per tahun! Itu sebabnya utang kartu kredit perlu segera dilunasi agar rantai bunga berbunga yang mencekik leher itu bisa diputuskan.

3. Stop sementara penggunaan kartu kredit.
Selama utang kartu kreditnya belum lunas, anda saya larang untuk menggunakan kartu kreditnya. Beberapa bahkan saya sarankan di gunting saja agar anda lebih mudah mengontrol pemakaiannya.

4. Buatlah jadwal pembayaran utang.
Misal, kemampuan anda membayar utang setiap bulan itu sebesar Rp2 juta. Tetaplah mencicil utang dengan angka Rp2 juta per bulan, meskipun mungkin nanti minimum paymentnya akan lebih kecil dari Rp2 juta.

Dengan adanya pelunasan utang dari bonus tahunan sebesar Rp20 juta dan cicilan bulanan sebesar RP 2 juta, diperkirakan anda dapat melunasi seluruh utangnya dalam waktu 2 tahun (asumsi bunga kartu kredit 4% per bulan). Akan lebih cepat jika bonus tahun berikutnya pun anda gunakan untuk melunasi sisa tagihannya.

5. Zero balance
Next step, jika anda memakai kembali kartu kreditnya, lunasilah setiap kali tagihannya datang. Mengapa? Sejatinya isi tagihan kartu kredit itu representasi dari budget bulanan kita. Artinya, pastikan setiap kali kita gesek, kita akan memiliki uangnya untuk melunasinya.

Sore itu anda melangkah pulang dengan sorot mata lega. Di tangannya, selembar kertas berisi langkah-langkah penyelamatan dirinya dari utang kartu kredit tergenggam erat.

Saya mengantar anda dengan sebait doa, semoga tidak ada temen2 anda yang lain yang datang ke kantor kami dengan permasalahan yang sama. Cukuplah anda menjadi pelajaran bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: