Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 163

Kemudian manusia kera tu tersentak kaget setelah mlihat sinar yg kluar dari tubuh arya d. dan buru2 menutup kedua matanya dengan tlapak tangannya sementara arya d. terus mmbaca “Malikul Quddus” berulang2 karena merasa tdk sanggup melawan sinar tu manusia kera tu buru2 meninggalkan arya d. dan melompat k arah belakang menghindari sinar itu, sementara arya d. yg mengetahui manusia kera itu meninggalkan nya ia menghentikan membaca “Malikul Quddus” dan merasa terheran2 dengan dirinya kenapa dengan cuma membaca kalimat yg tertera dlm pedang yg ada dlm dirinya bisa mengeluarkan kekuatan sehebat itu..kemudian sinar yg ada dlm dirinya tiba2 lenyap sesaat kemudian arya d. meninggalkan tempat itu dan segera melanjutkan perjalanan tuk mencari kedua orang tuanya, sementara d tempat lain ni dayuh yg sedang berusaha menyembuhkan atau memulihkan tenaga sakti kedua brahmana tu namun sekilas ni dayuh melihat sinar putih terang dari arah depan yg pernah ia kenal namun sinar itu tlah lenyap ia ingat kalau sinar itu asalnya dari pedang sakti itu yg bisa melumpuhkn kekuatan siapapun kemudian dengan cepat ni dayuh melompat dan mendekati arah dimana sinar itu berada walo sinar itu sudah tdk nampak lagi lalu merasa tdk mendpatkan/menemukan sinar itu ni dayuh kembali ke tempat dimana kedua brahmana itu berada betapa kagetnya ni dayuh s. setelah sampai di tempat kedua brahmana dan tiba2 ni dayuh melihat kedua brahmana itu berdiri menghadangnya dan brahmana itu :”Dayuh terima kasih kau telah memulihkan tenaga dalam kami..” sapa kedua brahmana itu kpda ni dayuh s. sementara ni dayuh s. terheran2 melihat kedua brahmana itu segar bugar padahal ni dayuh tdk merasa menyembuhkannya, suasana sejenak menjadi hening dan Ni dayuh sebenarnya ingin memeluk salah satu brahmana yg pernah menjadi suaminya namun ni Dayuh s. tdk berani karena ia seorang perempuan dan ada kerinduan yg dalam terhadap suaminya yg sekarang telah menjadi seorg brahmana lalu tiba2 brahmana itu menyapa ni dayuh dengan arifnya :”Dayuh …apakah kau masih menerima atau cinta sama suamimu ini yg telah menjadi brahmana..?” mendengar sapaan itu ni dayuh s. buru2 menatap suaminya dan……. [bersambung]

Iklan

Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 162

lau brahmana itu bilang :”nanti km jg tau surengrana..” Ni dayuh surengrana terdiem sambil memandangi kedua brahmana itu dan sepertinya ia pernah melihat sekilas brahmana itu namun dimana ia lupa suasana mnjadi hening dan kedua brahamana itu mulai mencari cara bagaimana agar bisa mencabut keris pusaka itu sementara keris pusaka itu sinar birunya sudah lenyap namun samapi saat ini belum ada yg bisa mencabutnya termasuk para brahmana itu, kemudian kedua brahmana itu seperti membaca mantra2 dan dari tubuh keduanya keluar asap tebal berwarna putih asap tadi menyelimuti keris pusaka yg menancap dan sesaat kemudian kedua brahmana itu seperti merasa tenaga dalamnya tersedot oleh keris pusaka yang akhirnya kedua tubuh brahmana itu menempel sangat kuat di keris pusaka sehingga tubuh kedua brahmana lemas dan tak sadarkan diri melihat hal itu ni dayuh dengan cepat menyambar kedua tubuh brahmana itu dengan selendang saktinya sehingga tubuh kedua brahmana tadi terlempar beberapa langkah dari keris pusaka lalu ni dayuh mendekati kedua tubuh brahmana dan mengamati semakin lama ni dayuh semakin mengetahui bahwa brahmana itu adalah seseorang yg pernah ia kenal sebelumnya lalu ia meng-ingat2 wajah brahmana dan selanjutnya ni dayuh mengambil nafas lega ternyata diantara salah satu brahmana itu adalah suaminya sendiri yg sudah lama ia cari tanpa nunggu waktu lama ni dayuh mengerahkan tenaga saktinya untuk memulihkan kedua brahmana itu namun sia2 karena kedua tubuh brahmana itu sudah tak bertenaga lagi sehingga ni dayuh agak merasa heran dan pikir ni dayuh S. betapa hebatnya keris pusaka itu bisa menyedot seluruh tenaga kedua brahmana dan ni dayuh berkali2 berusaha tuk memulihkan tenaga dalam kedua brahmana itu berbagai macam cara namun tidak ada hasilnya. Sementara di tempat lain arya dipa yg sedang menuju ke suatu tempat ia dihadang oleh seorang manusia yg menyerupai monyet atau kera namun memiliki ilmu kesaktian yg sangat luar biasa sehingga arya d. terheran2 dengan makhluk itu tp tiba2 manusia monyet itu menyerang arya dipa dengan membabi buta sehingga arya dipa dibuatnya kelimpungan namun arya dipa bukan pemuda sembarangn dengan kesaktian arya dipa, arya d. melawan manusia kera itu setiap terkena pukulan arya dipa manusia kera itu seperti tidak terluka atau kebal senjata dengan raungan yg mengerikan manusia kera itu menyerang habis2an ke arah arya dipa, akhirnya arya dipa mundur beberapa langkah dan memperpersiapkan ajian soypi angin sehingga tubuhnya menjadi ringan seperti kapas tertiup angin :”waduh hebat manusia kera ini ia tidak terpengaruh dengan pukulan yang aku arahkan padanya, siapa manusia kera ini..?” gumam arya dipa dlm hati sementara manusia kera itu mulutnya mengeluarkan api yang sangat panas sekali dan arya dipa berusaha menghindari serangan api dari mulut manusia kera itu, merasa kawalahan arya dipa mundur dan mempersiapkan ajian Raga bajranya dari tubuh arya dipa keluar asap putih yg sangat tebal sekali kemudian asap itu ia putar2 dengan kedua tangannya yang sudah terisi ajian Raga bajra dengan cepat mengarahkan ke arah manusia kera itu sehingga benturan dan ledakn terjadi serta percikan api yang sangat panas namun manusia kera itu tidak bergeming sedikitpun dan tidak merasakan sakit bahkan tubuhnya masih segar bugar arya dipa semakin terheran2 melihat hal itu lalu arya dipa dengan terpaksa mengeluarkan senjata saktinya yaitu pedang asma’ul husna dan sejenak arya dipa memejamkan mata sambil mengucapkan kalimat :”malikul quddusssss…..”, lalu dari tubuh arya dipa keluar sinar terang seperti sinar sang surya dan kemudian…………..[bersambung]

Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 161

Sementara di padepokan Songgoh Buwono masih bnyk orang pada mengelilingi Sebilah keris yg aneh menancap d pendopo padepokan Songgoh Buwono dengan dikelilingi sinar biru dan tempat itu semakin banyak orang dari kalangan para pendekar diseluruh pelosok namun sampai saat ini belum ada yg bisa  mencabut keris itu banyak para pendekar sakti yg sedang berusaha untuk mengambil keris pusaka itu sementara  Ni dayuh Surengkrana bersama para muridnya pada berkumpul di samping benteng padepokan bersama sesepuh padepokan songgoh buwono dan sedang membicarakan mengenai asal usul keris pusaka itu, namun tiba2 terdengar suara gemuruh dari arah keris pusaka itu seperti gempa yg dahsyat semua yg ada di situ pada lari menjauh dari tempat itu sementara dari kejauhan terlihat ada 2 manusia yg sedang mendekati tempat dimana keris pusaka itu tertancap kedua orang itu memakai sorban seperti seorang brahmana kmudian keduanya mendekati keris pusaka itu dan pandangan mata tertuju pada kedua brahmana itu kemudian barhamana itu bersedakep dan menyembah serta menundukkan ke pala nya persis didepan keris itu  namun aneh kedua brahmana itu tidak terkena sambaran sinr biru itu melainkan sinar biru itu redup dan hilang sehingga bentuk dan warna keris itu bisa terlihat jelas semuanya memndang kpd keris itu dan kedua brahmana itu namun tiba2 ada serangan mendadak terhadap kedua brahmana lalu brahmana itu dgn tenangnya menangkap serangan dari beberapa para pendekar di situ beberapa pukulan maut meluncur ke arah kedua brahmana itu dan brahmana itu bisa mengatasinya kemudian setelah suasan tenang kedua brahmana mencoba tuk mencabut keris pusaka itu namun tidak berhasil keris bahkan tadi tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya sesaat kemudian kedua brahmana itu mencabut sorban dari pundaknya dan langsung memutar2 sorban tersebut tapi masih tidak bisa mencabutnya sementara ni dayuh Surengkrana yg mengetahui hal itu terus mendekati kedua brahmana itu walo masih ada rasa khawatir terhadap mbakyunya yaitu Nyi ageng Songgoh buwono yg mana masih ada didalm keris itu kemudian brahmana itu :”jadi engkau yg namanya Ni dayuh surengkrana ..?” sahut ni dayuh S :”betul brahmana aku surengkrana, brahmana ni siapa kok sampai bisa berada disini..?”,  lalu barahmana itu…….[bersambung]

Cerita Legenda “Asmara Diujung Pedang” Bag. 160

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Singa MARUTA & RANGGA SETA untuk meninggalkan tempat itu, namun Jagal Kumbang dan Jagal Gembong dengan cepat mengejarnya, mengetahui hal itu Singa Maruta dan Rangga Seta mengerahkan tenaga dalam nya untuk lebih mempercepat larinya maka terjadilah kejar2an yang sangat dahsyat saking dahsyatnya pohon2 yang mereka lewati pada patah dan berserakan, sementara ditempat lain Arya Dipa yang sedang mencari tempat dimana ia bersama gurunya sampai sekarang belum menemukannya. Setiap ia meditasi tidak ada petunjuk yang ia dapatkan entah kenapa sesaat kemudian ada perasaan aneh yang berkecamuk didalam hatinya ia merasakan kerinduan yang mendalam terhadap kedua orang tuanya yang menurut Gurunya yaitu Kiajar Arumjati masih hidup kemudain Arya Dipa teringat pesan dari gurunya bahwa ia dianjurkan oleh gurunya sebelum bertemu dengan kedua orang tuanya tidak diperkenankan menemui gurunya sekarang ia baru sadar :”oh ya pantas aja aku mau menemui Guru tidak bisa menemuinya oh aku baru ingat..” begitu yang ada dlm pikiran Arya Dipa. Selanjutnya ditempat lain Singa MARUTA & RANGGA Seta terus dikejar2 oleh Jagal Kumbang dan Jagal Gembong kemudian Singa MARUTA dan Rangga Seta memutuskan untuk berhenti dan beristirahat namun tiba2 mereka dihadang oleh segrombolan perampok dengan bersenjatakan tongkat berkepala tengkorak :”hai berhenti..!” gertak segrombolan perampok itu, namun Singa Maruta & Rangga Seta dengan tenang menghadapi segrombolan perampok itu bahkan Singa Maruta & Rangga Seta sudah dikepungnya :”mau apa kalian..?” tanya Singa Maruta pada perampok itu, serempak para perampok itu tertawa dengan sombong dan angkuhnya dan siap untuk membantai keduanya tiba2 terdengar suara keras dari pemimpin perampok itu :”bunuh keduanyaaaaa……!!!” mendengar hal itu Singa Maruta & Rangga Seta memasang kuda2 untuk menghadapi para perampok itu namun baru saja mereka menyerang keduanya terdengar suara ketawa terbahak2 dan itu suara jagal kumbang dan jagal Gembong :” MAU lari kemana kalian…? hah hah hah…”, kemudian Rangga SETA membiskkan sesuatu pada Singa MARUTA :”paman sepertinya kita harus berhati2 dan mempercepat urusan ini dari pada kita nanti terlambat paman,,! kemudian Singa MARUTA menyahutnya :”ya Rangga betul ya sudah ayo kita kerahkan kesaktian kita …biar urusan cepat selesai kita tidak terlambat..!”, sesaat kemudian Singa Maruta & Rangga SETA Melompat beberapa langkah kebelakang lalu dengan cepat kedua tangannya mengepal dan memutar2 nya kemudian tubuh keduanya melenting di udara sambil melepaskan kepalan tangannya yang sudah terisi kekuatan  saktinya yaitu ajian cakra mega dan diarahkan ke arah para perampok itu dan selanjutnya terdengar suara ledakan dahsyat dan seketika para perampok itu terlempar dan terpelanting ada yang membentur pohon, sementara itu  melihat kejadian itu Jagal kumbang dan Jagal Gembong jadi terkesima sehingga jagal Kumbang dan Jagal Gembong mundur beberapa langkah lalu mengambil ancang2 untuk balik menyerang Singa MARUTA&Rangga Seta tetapi belum sempat Jagal K. & Jagal G. mengerahkan ajian cakar harimo kembarnya Singa Maruta&Rangga Seta melancarkan serangannya ke arah keduanya dan seketika keduanya terpental beberapa langkah dan kesempatan itu dimanfaatkan Singa MARUTA &Rangga Seta untuk meninggalkan tempat itu dan kemudian menuju ke arah padepokan Songgoh Buwono untuk bertemu dangan Ni Dayuh Surengkrana dan para murid2nya sementara di Padepokan Songgoh Buwono…..^^^^[bersambung…]

Asmara diujung pedang bag. 151-159

Asmara diujung pedang(151)@Dgn cepat ia melompat &menuju ke arah pertarungan itu setelah sudah sampe btapa kagetnya t’nyata di situ byk orng yg sedang bertarung namun sekilas ia mlihat ke arah sinar biru yg ia anggap agak aneh setelah ia mendekati tempat itu ia lihat sebilah keris yang menancap di batu dgn di kelilingi sinar biru dgn hati penasaran ia mencoba lebih dekat legi namun tinggal beberapa langkah sinar biru itu menyambar tubuhnya & kmudian t’pental beberapa langkah..
Asmara diujung pedang(152)@sementara di tempat lain arya dipa yg kebingungen mencari arah ke tempat gurunya ia lupa ke arah mana harus melangkah & akhirnya ia menuju ke arah kiri jln di sampingnya baru beberapa langkah ia di hadang oleh beberapa orang dgn membawa tongkat b’kepala harimo dgn tenang arya dipa b’henti & merasa kebtulan bisa b’tanya dgn 2 org itu dgn …..
Asmara diujung pedang(153)@dgn pndangn b’musuhn org tu mlah mnyrng dgn tongktny nmun dgn mmiringkn kpalany tngkt tu tdk mngnai arya d. :”kurng ajar hebat jg kau kalo kau bs mlawan kami akan ku jwb p’tnyaan kau”kt org tu smbl mnntng kmudian dgn pnasarn org tu mnyrng dgn mmbabi buta nmun dgn tnang arya d. mnghndar serangn mreka stelah be2rp jurus 2 org tu mnghntikn srangnny smbl b’tny :”siapa kau sbnarny?jrus2 yg kau..
Asmara diujung pedang(154)@yg kau pake aneh”,kmudian arya d. mnjwb:”paman aku cuma org t’sesat aja paman g tau jln apakh paman mo mnjukkn jln mnuju k arah bukit arumjati..!”,dgn sikap kbncian 2 org tu :”kalo kau bs mnglhkn aku dlm 10 jurus akan ku ksh tau dmn bukit arumjti”,tantang 2 org tu lalu 2 org tu smbl ktawa girang mreka mnggosokkn k-2 tngny &akhirny kluarlah cakar2harimo dr tng mreka &sljtny k-2nya mnyrang ..
Asmara diujung pedang(155)@arya d. dgn tnang arya d. mlihat aksi mreka smbl mlompt ksana kmari dgn ajian soypi anginny dah 5 jurus 2 org tu blm bs mnyntuh tbuh arya d. smntara da 2 psang mata mmperhtikn prtrungn mreka &stelah sampe k jurus 9 arya d. b’pura2 diem &mnrapkn ajian raga bajrany ksmpatn tu d gunkn leh 2 org tu tuk mnyrng dgn kkuatn pnuh &d saat pkulan memtikn tu mngnai tubuh arya d. diem2 arya d. mnhanny..
Asmara diujung pedang(156)@dgn ajian raga bajrany&b’pura2 t’pental k blakang &pingsan sesaat kmudian dgn sombongny 2 org tu t’tawa t’bahak2 sambl:”g da yg mampu mnndingi ajian cakar harimo kembarku”kata 2 org tu dgn banggany smntara 2 org yg mmperhtikn dr tadi tu mngnggap aneh dgn pmuda tu &b,tny dlm hati :”ilmu apa…
Asmara diujung pedang(157)@”ilmu apa yg d pkai pmuda tu g klhatan klo mngluarkn ksktian tau2 nngol..”sking pnasaran lalu 2 org tu mlompat &mnemui arya d. 2 orng tu [jagal kumbang&jagal gembong]&lngsng b’tny :”siapa kau anak muda ilmu ksaktianmu sngt hebat…he ank mda jgn pura2 pngsan ku tau kau g pa2..”,mndngr hal tu jgal kumbng&jgal g. t’sntak kget&buru2 mliht dmn ank mda tu t’sngkur “he siapa klian..?”sapa jgal k….
Asmara diujung pedang(158)@kisanak b-2 bngga bngt ank muda tu g pa2 kisanak tnp pikir pnjng jgal k.&jgal g. lngsng mluluh lantakkn tmpat dmn arya d. t’sungkur dgn ajian cakar harimo kmbarny sketika tmpt tu b’serakn namun g mnmukan arya d. jgal k.&jgal g. smakin geram smbl mngmpat “kurang ajar..kalian pst tman si kparat tu kubunuh kalain jg”, “tnggu kisanak..” smbl mnghndri serangn singa m.&rangga s. mncba mnhntikn…
Asmara diujung pedang(159)@”tunggu ksanak..knp mnyerng kami,kmi bkan tman dia!”teriak snga m. namun jgal k.&jgal g. g mnghrokn k-2ny mlah mnyrang dgn pukuln mautny t’paksa singa m.&rangga s. mlawan k-2ny dgn mmprsiapkn kuda2 yg kuat singa m. mlambariny dgn tnaga dlm kalo da srangn mndadak stlah be2rp jurus singa m. mngjak rngga s. tuk mnggalkn p’tarungn tu skali pukul dgn tnaga dlmny jgal k&jgal g. agak mndur ksemptn…

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: