Inilah Pohon Pinus Ajaib di Jepang

Pohon Pinus

Selalu ada kisah ajaib maupun mistis dalam setiap bencana besar yang terjadi.

Pada peringatan setahun gempa bumi 9,0 SR dan tsunami Jepang, Minggu (11/3/2012), warga Jepang berbondong-bondong datang, melihat, dan berdoa di depan pohon ajaib, yang merupakan simbol rekonstruksi di Prefektur Iwate, Jepang.

Dikatakan ajaib, karena pohon pinus itu adalah satu-satunya pohon di pantai Rikuzentakata yang tetap selamat dari amukan gempa dan tsunami dahsyat setahun lalu.

Tak hanya masyarakat di sekitar tempat lokasi yang datang, warga yang berasal dari prefektur lainnya pun hadir di situ dan berdoa bersama, seperti dilaporkan NHK.

Pohon pinus ajaib itu sebenarnya sudah diketahui keberadaannya oleh kelompok konservasi, pada akhir 2011. Mereka menemukan pohon-pohon yang mati akibat akar yang membusuk, hal biasa saat bencana alam terjadi.

Namun, ada sebuah keajaiban terjadi. Batang pohon pinus yang diperkirakan berusia sekitar 270 tahun tersebut, tak satu pun akar pohonnya membusuk.

Pohon pinus ini merupakan satu-satunya yang dapat bertahan pascabencana, di kala sekitar 70 ribu pohon pinus di pesisir pantai yang indah itu telah disapu bersih tsunami.

Setahun lalu, gempa bumi dan tsunami melanda pantai timur laut Jepang, dan menewaskan hampir 16 ribu nyawa. Sekitar 3.300 orang hingga kini juga belum ditemukan. (*)

Sumber :

Iklan

Hartina Melahirkan Batu Permata di Takalar

Seorang perempuan berusia 26 tahun bernama Hartina mengaku dirinya telah melahirkan ratusan biji permata, pada 16 september lalu, saat ia tengah hamil 7 bulan masa kandungannya. Pengakuan ini tentu saja telah membuat heboh warga diseluruh Takalar. Hartina sendiri adalah warga Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.


Pekerjaan sehari-hari Hartina adalah sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, yang merupakan pasangan dari Mardona (26 tahun), seorang anggota polisi berpangkat Briptu di Polres Takalar. Pasangan ini menikah pada bulan Juni 2010 lalu.

Mardona, suami Hartina yang ditemui wartawan di kediamannya menyebutkan sebelum melahirkan seorang diri di rumahnya, istrinya mengandung seperti ibu hamil pada umumnya. Bulan demi bulan dilalui istrinya dengan proses kehamilan yang umumnya terjadi pada wanita.

“Istri saya nyaris depresi akibat peristiwa ini, karena kami sudah mempersiapkan kelahiran bayi kami, dia juga merasa malu ke tempat dinasnya,” pungkas Mardona.

Akibat pengakuan Hartina dan keluarganya, rumah Hartina di Desa Malewa, Kecamatan Polongbankeng Utara, Kabupaten Takalar sontak ramai dipadati warga yang penasaran ingin melihat ratusan permata berwarna-warni yang katanya dilahirkan oleh Hartina. Keluarga Hartina pun tak segan membagikan permata “ajaib” itu pada sanak familinya yang berkunjung.

Sementara menurut dr Irnawati Sp.OG, ahli Obstetri & Ginekologi RSB Fatima, Makassar, yang ditemui wartawan di kantornya, di Jalan Gunung Merapi, menyebutkan peristiwa ibu yang melahirkan ratusan permata secara medis tidak mungkin terjadi dan sangat meragukan, karena tidak ada orang yang menyaksikan proses persalinan Hartina.

 

Sumber

Setelah Dikubur 24 Hari, Tiba Tiba Hidup Lagi

UNIQUEnews-Warga dilingkungan Boto Lengket Kelurahan Bujel Kemacamatan Mojoroto Kota Kediri digegerkan dengan adanya seorang warganya yang telah dimakamkan sejak Jumat (1/4) lalu, kini pulang dalam kondisi masih hidup dan sehat.
Kontan saja pria tua itu jadi tontonan warga setempat. Ya, Mat Ikhsan (76) oleh keluarganya dianggap sudah meninggal dunia, tiba-tiba muncul kembali pada Rabu (20/4) siang. Padahal sebelumnya, pada Senin (28/3) lalu, warga digegerkan dengan ditemukannya mayat kakek yang gantung diri. Mayat yang sudah membusuk itu diyakini sebagai mayat Mat dan jenazahnya dikuburkan di taman pemakaman umum (TPU) lingkungan Wonosari Desa Bujel.

Sukemi, Sepupu Mat Ikhsan menuturkan bahwa kepulangan kerabatnya tersebut bermula dari kedatangan Kliwon, teman Mat Ihsan, ke rumah dan mengabarkan jika baru saja bertemu dengan Mat Ikhsan.
Kabar itu tentu saja tak dipercayai keluarga. Kliwon pun akhirnya meyakinkan dengan berbagai cara pada keluarga Mat Ikhsan. “Dia sampai mempertaruhkan sepeda motornya jika salah,” ujar Sukemi yang ditemui di rumah Mat Ikhsan.

Kliwon menuturkan, saat itu ia bertemu dengan Mat Ikhsan ketika sama-sama melintas di Jalan Yos Sudarso wilayah Pocanan, Kecamatan Kota. Ketika berpapasan tersebut, Kliwon yang tahu bahwa rekan kerja semasa mudanya itu telah meninggal sempat tidak percaya ketika melihatnya. Akhirnya dirinya memutuskan balik arah untuk menemui temannya yang sedang jalan kaki itu.

“Sama Kliwon diajak dulu makan ke warung dan tidak boleh kemana-mana, lalu ditinggal ke sini, untuk menemui saya,”cerita Sukemi.

Keluarga yang datang ke warung di Pocanan juga yakin bahwa itu Mat Ikhsan, akhirnya dibawa pulang ke rumah. Tetangga yang mendengar kabar itu berbondong-bondong datang untuk melih Mat Ikhsan untuk menunggu dan melihatnya.

Mukini (51), anak Mat Ihksan yang pulang lebih awal dari tempatnya bekerja karena mendapat kabar ini langsung menangis dan memeluk serta menciumi tubuh bapak yang selama ini sudah dianggap meninggal.
Sementara itu, Mat Ikhsan mengaku selama ini, dirinya sengaja pergi dari rumah karena merasa tidak kuat dengan beban hidup yang ia hadapi.

“Saya bingung, anak-anak saya sakit,” ujarnya dengan suara lirih.
Terpisah, Kemi (51) tetangga Mat Ikhsan mengaku, jika yang meninggal kemarin yang diduga Mat Ikhsan, ternyata bukan, kemungkinan keluarga maupun pihak kepolisian salah melakukan identifikasi.
“Memang saat itu, pihak keluarga sempat melihat mayat yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan Mat Ikhsan, seperti adanya kelainan di jari kaki, namun mayat yang ditemukan gantung diri tersebut wajahnya sudah tidak dikenali,” ujarnya.

Lantas, lanjut Kemi, setelah pihak keluarga meyakini mayat yang sudah membusuk akibat gantung diri tersebut adalah Mat Ikhsan, maka pihak keluarga langsung menguburkannnya dan juga telah mengadakan selamatan.

“Anak pertamanya juga saat itu yakin, jika yang mati bapaknya, namun ternyata saat ini Mat Ikhsan malah pulang dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan dokter Puskesmas Sukorame, kondisi kesehatan Mat Ikhsan relative normal, hanya sedikit mengalami kekurangan cairan, karena kemungkinan selama tidak pulang, jarang makan dan minum. “Nanti setelah makan, kondisi kesehatannnya akan kembali normal,” kata dr Greta usai memeriksa kondisi pasien.

Sementara itu, kehebohan juga terjadi di TPU Lingkungan Wonosari, masyarakat berduyun-duyun melihat makam yang sebelumnya diyakini Mat Ikhsan. Dari pantauan di TPU setempat, kondisi makam memang ambles, tapi tidak ada tanda-tanda ada seorang yang baru keluar dari makam tersebut.
“Makamnya Mat Ikhsan dulu juga di sini, kalau masalah tanahnya ambles, ini sudah biasa,” ujar juru kunci TPU setempat Supardi (60).

Hingga kini, pihak kepolisian mengaku masih meminta keterangan dan sejumlah saksi, untuk memastikan jika yang meningal dulu bukanlah Mat Ikhsan.
“Saat ini kami masih memeriksa sejumlah saksi, untuk memastikan kebenaran kabar itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Didit Prihantoro.

Saat disinggung, apakah nanti pihak kepolisian akan melakukan pembongkaran makam untuk memastikannya, Didit mengaku, jika hal itu tidak perlu dilakukan. “Cukup keluarga saja, tidak perlu sampai membongkar makam,” pungkasnya. (kdr-1)

http://www.uniquenews.net/

Kampung Boneka Bekas Yang Mengerikan


Terletak di jantung Xochimico’s kanal, Doll’s Island mempunyai sejarah yang benar-benar unik. Suatu saat di tahun 1950-an Julián Santana Barrera mulai mengumpulkan boneka yang ditemukannya di tempat sampah.

Dia tinggal di pulau kecil ini di Xochimilco dan menurut keluarganya, boneka ini menjaganya dari roh-roh jahat. Keluarganya juga mengatakan bahwa seorang gadis muda tenggelam di pulau dan dia membawakan boneka-boneka untuk membuat roh gadis itu tetap bahagia. Pulau itu selama bertahun-tahun terlupakan, tapi kemudian pada tahun 1990 sebuah program untuk membersihkan kanal membuka jalan bagi gondola Meksiko (trajineras) untuk melewati pulau. Julian tenggelam di pulau pada 17 April 2001.
Keluarganya terus menjaga tempat itu dengan cara memperoleh sumbangan dari para pengunjung; tempat ini tidak ada listrik, tidak ada air yang mengalir atau fasilitas lain. Telepon seluler tetap mendapat sinyal, karena Xochimilco ada di dalam batas-batas Kota Meksiko Distrik Federal.

Untuk sampai di sana, Anda dapat naik “trajinera” dari Cuemanco Pier dan meminta untuk dibawa ke sana. Perjalanan ini menempuh waktu 2 jam, dan selama perjalanan Anda dapat menikmati pemandangan indah Xochimico.

Gambar Boneka

Gerbang masuk ke Doll’s Island, Xochimilco, Mexico City.

Gambar Boneka

Di sebuah pondok kecil

Di dalam pondok


Ada satu pohon yang khusus ditempati boneka2 Barbie

Daftar Isi

%d blogger menyukai ini: